Nyadran di Kaki Sumbing
TEMANGGUNG - Ayam ingkung, nasi tumpeng, tempe bacem, kerupuk, biskuit, dan masih banyak lagi ragam makanan lainnya, disesakkan dalam satu wadah bundar terbuat dari anyaman bambu yang disebut tenong.
Mulai Jumat (8/9) pagi, pukul 07.00, tenong berisi makanan ini disunggih oleh setiap keluarga di Desa Jetis, Kecamatan Selopampang, Kabupaten Temanggung, menuju komplek pemakaman leluhur di kaki Gunung Sumbing itu. Masing-masing mengambil posisi untuk duduk bersama keluarga, dan menyajikan makanan yang ada di dalam tenong mereka.
Salah satu bagian dari komplek kuburan itu dipersiapkan untuk menerima tamu yang berdatangan dari desa tetangga dan juga pamong desa.
Hari itu merupakan kesempatan bagi warga Jetis memanjatkan doa dan memohon berkah kepada leluhur, sebelum memasuki bulan puasa.
“Nyadran ini biasa kami selenggarakan pada bulan ruah, menjelang bulan puasa. Kami bersama-sama datang membawa makanan dan memanjatkan doa kepada para leluhur, agar dosa-dosa kami yang telah kami lakukan terhadap mereka diampuni,” tutur Jarno (51), Kepala Desa Jetis. (kompas)