Jelang Puasa Sembako Aman
JAKARTA - Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan dan Sumatra Utara melaporkan tidak ada masalah serius terhadap kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako) menjelang puasa dan Lebaran 1427 Hijriah nanti. Hal itu terungkap dalam Televisi Teleconference masing-masing pemerintah daerah dengan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu di Jakarta, Rabu (20/9) sore.
Dalam laporannya, masing-masing pemda menyebutkan tidak ada permasalahan serius menjelang puasa dan Lebaran. Bahkan, per September ini, beras lokal di Kalimantan harganya cenderung turun hingga 9,13 persen. Hal yang sama juga terjadi di Surabaya, Jatim. Sementara situasi harga sembako lainnya per September ini masih wajar. Kenaikannya hanya 2,57 hingga 16 persen.
Menanggapi laporan tersebut, Mendag mengatakan, pemerintah tetap menjaga stabilitas pasar hingga tidak lebih 20 persen. Pemerintah bahkan telah menyiapkan stok beras 6.590.125 ton untuk kebutuhan 2.574.866 warga, minyak goreng 916.957 dari kebutuhan asal 307.091, gula pasir 1.225.999 dari kebutuhan 253.788.
Sementara daging ayam broiler stok nasional 100 ribu ton untuk kebutuhan 98.580 ton dan bawang merah stok 85.462 untuk kebutuhan 192.131. Namun, di bidang kelistrikan, Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral melaporkan, di luar Jawa Bali terjadi defisit pasokan lisrik di sejumlah daerah antara 120 Mega Watt hingga 160 MW di daerah Sumatra dan Sulawesi.(metrotv)